Itenerary Padat dalam Excel

Hari itu berlangsung padat dengan puluhan itinerary yang terlampir di excelku. Semarang. Ya, kali ini destinasi yang aku pilih adalah semarang. Kenapa?jangan tanyakan padaku soal itu. Kota itu memaksa orang untuk tidak beralasan masuk dalam peradabannya. Kota lama dengan lampu hiasnya, masjid agung dengan segala hikmah didalamnya, dan pantai mariana dengan pesonanya. So? Masih mau beralasan untuk tidak kesana, fuck off.

Kereta Matarmaja tujuan Malang merapat ke dalam peron, aku segera naik ke rangkaian kereta dan mengambil kursiku. Kereta ekonomi dengan ac menurutku sudah cukup, Low budget. Apalagi aku hanya sendiri. So, that’s enough. Perjalanan 6 jam dari Jakarta dengan jalur Pasar Senen- Malang, dan aku turun di Stasiun Tawang, Semarang. Selama perjalanan aku hanya bolak balik melihat iteneraryku yang padat. Yah, sebagai professional traveler memang itu adalah salah item penting dalam perjalanan, tanpa itenerary perjalananku akan sangat tidak teratur. Tidak sehat pula.

Jarum jam kini berada di arah selatan ketika aku turun dari kereta. Semarang menyambut para penumpang dengan rintikan hujannya. Menyampaikan pesan bahwa semarang adalah kota sibuk dan kini menyambut waktu rehat para penduduknya dengan segarnya bau tanah basah akibat hujan.

Aku segera menuju ke penginapan, check in sejenak sembari menaruh barang lalu beranjak keluar untuk mengisi malam di Kota Lama. Kota lama bukan berarti kota yang telah lama ditinggal lalu menjadi sepi tidak ada penduduk, tapi Kota Lama sebenarnya adalah part of the city yang justru paling ramai dikunjungi.

Aku berputar berjam jam sembari memenuhi memori kameraku. Kota lama menyimpan keindahan dalam tata letak dan ruangnya, sehingga tidak akan membuat bosan walau sudah diputari sebanyak 5 kali pun.

Sepertinya cukup dlu untuk malam ini. Stay tune jika ingin melihat alasanku mengunjungi kota ini besok. Have a great day.

Can We Stop This Holy Sh**ts?

Rusia and Ukraine Will be the country who start the world war III. NATO-AS now doing the hard discussion for the next. Joe Biden telling Putin about the punishment for Rusian. How be the next. Stay tune at Zankpacker blog. You will see the next hot topic about the war.

Gloss of drizzling in The Midst of Luxury

I come out from Istora Senayan Station and go straight to the north, pass a few high buildings and finally see it, the special building. It seems like a big snake stretched overseeing the city’s protocol road. That building was symbolized a futuristic mega metropolitan city. That building is a Bundaran Senayan Bridge. A bridge for people crossing the road which designed in such a way and it was the iconic spot in Jakarta.

The bridge was inaugurated by Jakarta’s governor, Anies Basfromdan at 28th of February 2019. Magnificient and instagramable, there you go like youth said. The bridge is one of the bridges inaugurated at that time, and the other bridge is in the Gelora Bung Karno area.

After taking some pictures, I move back home because the day getting late and also drizzling getting stopped, leaving a gloss of water drop on the surfaces of glasses of high buildings, it adds the modern impression on the Jakarta city’s crowded. A moment later I down the station’s stairs. Waiting for the train, and move to home.

Kilap Gerimis di Tengah kemewahan

Aku keluar dari stasiun Istora Senayan dan Langsung menuju kearah utara, melewati beberapa Gedung-gedung tinggi dan akhirnya bangunan itu terlihat. Layaknya seekor ular besar yang membentang membawahi jalan protokol kota. Bangunan tersebut melambangkan futuristi dan kemewahan sebuah kota megametropolitan. Bangunan tersebut adalah Jembatan Bundaran Senayan, sebuah JPO ( Jembatan Penyebrangan Orang ) yang didesain sedemikian rupa dan akhirnya menjadi salah satu icon di kota Jakarta.

Jembatan tersebut diresmikan pada tanggal 28 februari 2019, oleh Anies Baswedan. Megah dan instagramable, begitulah yang dikatakan pada kaum muda. Jembatan tersebut adalah salah satu jembatan yang diresmikan saat itu, sementara ada satu jembatan lain yang juga diresmikan di daerah Gelora Bung Karno.

Setelah menjepret beberapa foto aku beranjak pulang karena hari mulai larut. Gerimis juga mulai berhenti, menyisakan kilap di gedung gedung tinggi, menambah kesan modern pada kota Jakarta yang padat. Sejurus kemudian aku menuruni tangga stasiun Istora Senayan. Menunggu kereta, beranjak pulang.

Definisi Kota Jakarta

Waktu menunjukan pukul 16.00, di penghujung hari gerimis mengguyur kota. Rush hour sebentar lagi. Orang orang mulai keluar dari Gedung Gedung pencakar langit, para pemilik imperium-imperium bisnis yang mengeggam ekonomi Indonesia mulai memenuhi jalan protokol kota dengan mobil-mobil kelas atas. Aku berjalan menyusuri trotoar lebar Jalan Sudirman, sambil mencoba mengingat bagaimana arus pertumbuhan kota yang begitu pesat di bawah kepemimpinan gubernur yang bersahaja.

Gerimis mulai reda ketika aku masuk stasiun MRT. Aku memasuki stasiun Setabudi Astra, menuruni beberapa tangga dan akhirnya sampai di loket. Sekejap udara dingin dari AC menyelimuti badan, sesegera mungkin aku langsung turun ke peron, karena kereta selanjutnya akan tiba kurang dari satu menit. Setelah memasuki kereta, langsung ku hempaskan tubuhku pada kursi. Memejamkan mata, merasakan suara gema terowongan yang di lalui kereta.

Setelah melewati beberapa stasiun, tibalah kereta di stasiun Istora Senayan. Aku segera keluar dari stasiun, dan langsung di sergap oleh gerimis yang turun untuk kedua kalinya. Ya… Sekarang Jakarta berasa singapura. Benar benar dibuat seperti pusat peradaban di Indonesia. Menjadi kiblat kemewahan, menjadi tonggak ekonomi dan menjadi persenyawaan yang akhirnya menyatukan tujuan semua orang yang menghuninya.

Definition of Jakarta

Time shows 16.00 a clock. At the end of the day drizzling splash the city. Rush Hour will happen immediately, peoples start to move back home. The owners of big companies that hold the economy of Indonesia move to crowd the protocol road with theirs luxury cars. I walk down the sidewalk of Sudirman road while remembering the fast flow of growth of this city under the leadership of our humble governor.

Drizzling getting stopped when I entered the MRT station. I entered the Setabudi Astra Station, down the stairs, and finally, arrive in the locket area. A moment later my body got cold because of the air Conditioner, I immediately down the stairs again to go to the station platform because the next train will come. After entering the train, I immediately threw my body and close my eyes while hearing the tunnel echo that passed by the train

After passing a few of the stations, I get off at Istora Senayan station. And when ai come out from the station, I was directly welcomed by drizzling two times. Yes… Now Jakarta is like Singapore. Really made like the center of civilization. Becomes the mecca of luxury, becomes the milestone of economy, and becomes the compound that finally unites every resident’s goal

Pemuda XI : Mengawal Indonesia Menuju Era Society 5.0.

Manusia telah banyak melakukan revolusi atas kebiasaan dan cara hidup mereka dari zaman ke zaman, dari mulai yang paling primitif yaitu cara hidup dengan berburu, era ini dinamakan sebagai era Society 1.0. Lalu dilanjutkan oleh era Society 2.0 ketika manusia mulai bercocok tanam, di saat itu manusia bisa dengan mudah memenuhi kebutuhan mereka karena mereka bisa memproduksi makanan sendiri tanpa harus berburu hewan. Selanjutnya adalah era Society 3.0, di era ini dunia mengalami revolusi industri, pabrik-pabrik didirikan untuk memproduksi kebutuhan manusia yang semakin banyak. Melihat perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, maka metode konvensional mulai ditinggalkan dan manusia beralih menggunakan teknologi informasi dan internet, di saat itulah era Society 4.0 di mulai, sekarang manusia dapat memperoleh data dengan cepat dan hal itu membuat segalanya menjadi efisien dan efektif.  Di era Society 4.0 mulai banyak perusahaan-perusahaan modern yang muncul dan segera merajalela, karena hampir setiap sisi dan sendi kehidupan manusia telah dipengaruhi oleh teknologi informasi dan internet

Lantas bagaimana dengan era selanjutnya, yaitu era Society 5.0?

 Era Society 5.0 adalah era pelengkap dari era Society 4.0. Era Society 5.0 adalah ketika kehidupan manusia akan serba nyaman dan mudah, karena teknologi akan menjadi bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Tetapi, banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan agar kita, masyarakat Indonesia dapat menerima segala perubahan yang akan terjadi jika Indonesia menerapkan Society 5.0   karena beberapa aspek atau sektor kenegaraan mau tidak mau akan dipengaruhi oleh perubahan era ke era Society 5.0, khususnya di sektor ekonomi. Kenapa ekonomi? Karena sektor inilah yang akan terkena pengaruh besar dari perubahan tersebut, sebagai contoh, restauran-restauran sekarang mulai menggunakan teknologi yang bernama AI (Artificial Intelligence) dengan bentuk implementasi semacam robot, seperti Wraiter Robot atau Cleaning Robot yang akan meringankan dan memudahkan pekerjaan manusia.

Hal tersebut juga bisa sebagai bentuk value (nilai lebih) bagi pemilik restaurant tersebut, dan teknologi robot semacam itu masih belum ditemukan di negara kita. Padahal, berdasarkan sumber daya manusia di Indonesia sebagai sumber ide-ide dan inovasi, kita memiliki bonus demografi yang akan meningkat beberapa tahun ke depan yang berarti usia produktif akan mendominasi populasi masyarakat di Indonesia.  Masa-masa tersebut adalah sebuah panggung besar bagi para pemuda dan pemudi Indonesia, panggung ide dan inovasi yang akan saling diadu untuk dicari yang terbaik dari yang terbaik, panggung bagi para pemuda dalam menunjukkan skill dan kualitas untuk memajukan teknologi di Indonesia.

 Maka, pertanyaan pokoknya adalah bagaimana peran para pemuda dalam memanfaatkan teknologi digital guna menyongsong Indonesia sebagai negara yang bisa menerapkan era Society 5.0?

Di sini kita akan membahas peran pemuda di salah satu sektor yang akan dipengaruhi oleh perubahan Society 5.0 yaitu sektor ekonomi dan segala permasalahan ekonomi itu sendiri di Indonesia. Karena kita sebagai pemuda harus tahu sekaligus sadar akan nasib perekonomian Indonesia kedepannya, terkhusus saat era Society 5.0 mulai diterapkan di negara kita.

  • Ekonomi Kreatif: Selalu jadi cara atas permasalahan ekonomi Indonesia

Era Society 5.0 secara langsung atau tidak langsung akan memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia, sebagai negara berkembang, Indonesia masih sering mengalami naik-turunnya peforma dalam perekonomian, inflasi dan deflasi yang masih sering terjadi menjadi sumber permasalahan publik yang belum bisa dipecahkan, ditambah masa pandemi yang berlangsung terlalu lama membuat benyak sektor perekonomian Indonesia tumbang. Angka resesi perekonomian di Indonesia mencapai -5,32% per data sementara di triwulan II tahun 2020, sehingga banyak para pelaku usaha yang terposok karena dampak langsung pandemi, dan hal tersebut membuat pereokonomian Indonesia juga ikut merosot, karena pelaku usaha besar ataupun menengah adalah salah satu tombak ekonomi di Indonesia.

Terjadi resesi ekonomi pada tahun 2020, bertepatan dengan melonjaknya pandemi. https://r.search.yahoo.com/www.idxchannel.com

Namun, disaat itulah peran pemuda mulai eksis melalui ide dan kretifitasnya. Ekonomi kreatif menjadi pilihan, bukan untuk solusi total bagi masalah tersebut, tapi sebagai antisipasi agar perekonomian bisa terus berjalan dengan stabil. Peran pemuda dalam ekonomi kreatif sangat banyak dan bervariasi, contohnya bagi para pelaku usaha yang mengalami kemunduran di era pandemi, maka muncullah peran pemuda dalam bentuk pengenalan E-Comerce khususnya untuk pengembangan UMKM di Indonesia. Oleh sebab itu, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) saat ini terdapat 63 juta unit UMKM di Indonesia dan diperkirakan akan terus meningkat dalam rentang 15%-20% selama beberapa bulan terakhir, dan menurut data per tahun ini, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia telah naik mencapai positif 7,07%, data tersebut menandakan keberhasilan ide ekonomi kreatif khususnya terhadap para pelaku UMKM di Indonesia.

Terjadi kenaikan angka pertumbuhan ekonomi di Indonesia. https://r.search.yahoo.com/www.voaindonesia.com/indonesia-sudah-keluar-dari-jebakan-resesi-ekonomi

Dengan ekonomi kreatif para pelaku UMKM bukan hanya bisa memasarkan produknya tapi juga bisa mengembangkan ide dan inovasinya secara fleksibel mengikuti perkembangan zaman, sehingga usaha yang mereka miliki bisa terus berkembang dan bisa bertahan dalam kondisi ekonomi yang sulit sekalipun.

Bagaimana tidak? Walaupun keadaan ekonomi yang sulit, ide dan inovasi akan terus bekerja dalam mengangkat grafik pereokonomian dengan memberikan pembaruan dan perubahan, karena sejatinya orang-orang akan selalu tertarik untuk mencoba hal baru yang belum pernah mereka coba dan nikmati. Maka dari itu, ide dan inovasi menjadi sesuatu yang berharga bagi para pelaku UMKM.

Berikut ini adalah peran-peran pemuda dalam memanfaatkan teknologi digital guna menyongsong era society 5.0 terkhusus di sektor ekonomi kreatif Indonesia.

  1. Ide dan Inovasi pembaharuan

Pemuda adalah aset terbaik sepanjang masa dalam membangun kejayaan sebuah negara. Pemuda memiliki peran penting dalam menghasilkan gagasan dan ide brilian pembaharuan yang penuh dengan inovasi-inovasi yang tidak akan habis mengikuti perkembangan zaman.

Pemuda memberikan pengaruh besar dalam perkembangan ekonomi keratif di Indonesia dengan menciptakan sektor sektor ekonomi yang produktif baik dalam bentuk jasa, barang dan transportasi, contohnya adalah Market Place atau aplikasi yang berkaitan dengan transportasi dan jasa yang memudahkan mobilitas masyarakat sehari-hari. Perkembangan ekonomi kreatif juga dipengaruhi oleh pemuda yang memberikan peran dalam bentuk ide dan inovasi yang kreatif dan kompetitif melalui skill yang mereka miliki sehingga dapat bersaing sekaligus menjawab tantangan zaman.

Lantas bagaimana ekonomi kreatif bisa beradaptasi di era Society 5.0?

  • Membasiskan usaha dengan memanfaatkan teknologi digital

Indonesia adalah negara terpadat ke-4 di dunia setelah India, dengan penduduk mencapai 250 juta jiwa, Indonesia adalah pasar besar bagi para pelaku ekonomi. Menurut lembaga riset digital Emarteker menyatakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang, dengan begitu ekonomi kreatif bisa dijadikan lahan untuk didigitalisasi secara meluas dan tentunya agar dapat dirasakan oleh khalayak ramai. Hal ini juga di dukung oleh data mengenai potensi ekonomi kreatif berbasis digital di Indonesia yang mencapai nilai USD 27 Miliar pada tahun 2018. Pencapaian tersebut membuat Search engine terkenal dunia (Google) optimis bahwa ekonomi berbasis digital di Indonesia akan mencapai nilai USD 100 miliar.

Ekonomi kreatif berbasis teknologi digital mungkin akan menjadi output yang sangat berpengaruh dalam menyongsong era Society 5.0 di Indonesia, dimana ide keratif para pemuda dan pelaku UMKM membasiskan usaha mereka dengan memanfaatkan teknologi digital yang tentunya menarik sekaligus memudahkan para pelaku UMKM di Indonesia. Jika para pelaku UMKM bisa mengimplementasikan ekonomi kreatif berbasis digital, maka kemudian akan terciptanya   efisiensi, baik biaya produksi, transportasi bahkan promosi lewat media sosial, seperti Facebook, Instagram dan Twitter, jika dikemas dengan sebaik mungkin.

Dalam membasiskan usaha dengan teknologi digital, memerlukan sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan generasi yang bisa memanfaatkan teknologi itu sendiri dengan baik, maka tidak heran jika para pencetus aplikasi-aplikasi E-Comerce adalah pemuda bangsa yang memiliki keahlian dan kualitas yang mumpuni. Oleh karena itu, pemuda memiliki peran penting dalam meyongsong perkembangan ekonomi kreatif berbasis digital di Indonesia.

  • Keorganisasian pemuda

Keorganisasian pemuda memiliki peran penting dalam menanam bibit unggul untuk pemuda di Indonesia. Keorganisasian menanamkan pelajaran, bahwa kita harus memiliki visi dan misi dalam hidup, sehingga kehidupan kita akan selalu dalam koridor tujuan dan terarah dengan tepat sesuai dengan apa yang kita tuju. Maka, dalam membangun sebuah negara maju, visi dan misi adalah pilar utama yang harus di tentukan. Visi adalah kearah mana negara ini akan di bawa, haluan mana yang akan dipilih., dan misi adalah bentuk aksi untuk merealisasi visi yanag sudah ditentukan.

Untuk menyonsong era Society 5.0 di Indonesia, kita bukan hanya butuh sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan keahlian, Tetapi, juga harus didasari oleh visi dan misi. Bayangkan jika pemanfaatan teknologi tidak dibarengi oleh visi dan misi, teknologi tidak akan maju dan berekembang. Tapi sebaliknya, jika pemanfaatan teknologi didukung oleh visi dan misi yang jelas, mungkin dalam sepuluh tahun kedepan Indonesia telah tuntas dalam menerapakan era Society 5.0.

Dari data dan fakta yang telah dipaparkan di atas, penulis menyimpulkan bahwa saat ini pemuda telah memberikan peran yang sangat penting bagi kemajuan bangsa Indonesia. Banyak ide-ide dan inovasi yang telah bermunculan dari para pemuda, namun, di sisi lain kita juga membutuhkan perhatian pemerintah atas apa yang telah kita usahakan. Maka dari itu, peran pemerintah juga di butuhkan dalam memfasilitasi dan mendukung kekreatifitasan para pemuda, sehingga nantinya Indonesia menjadi negara yang bisa menerapkan era Society 5.0.  

Candi Plaosan: Wajah Toleransi Beragama

Jum’at, 24 Desember 2021, sore hari dipenghujung tahun, aku berangkat dari Penggung, Klaten menuju situs peradaban lampau. Awan mendung mengawal keberangkatanku, menuju ke selatan pulau jawa. Setelah beberapa menit sampailah aku di Kecamatan Plaosan, Yogyakarta.  Sesampainya di sana, tanah lapang dengan dua candi besar menyambutku. Setelah memarkirkan mobil, dengan uang 10.000 aku membayar tiket di loket, dan akhirnya aku bisa menginjakkan kaki di situs peradaban lampau tersebut. Namanya Candi Plaosan, Candi tersebut didirikan pada pertengahan abad ke -9, oleh dua dinasti beda agama yaitu Dinasti Sailendra dan Dinasti Wangsa Sanjaya. Sebenarnya situs ini terbagi dua bedarsarkan tata letaknya, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plosan Kidul. Area ini dulunya dikelilingi oleh parit yang sampai sekarang masih terbentuk strukturnya.

Salah satu Candi induk
Deratan candi yang mengelilingi candi induk

Memandang dari aspek keagamaan, Candi Plaosan berbeda dengan candi pada umumnya. Candi Plaosan adalah wajah toleransi umat beragama, yaitu Hindu dan Budha. Bentuk dari toleransi tersebut terletak pada bangunan candinya, karena di beberapa titik candi ada yang berbentuk stupa(Budhha) dan ada yang berbentuk ratna(Hindu). Di bagian depan candi terdapat dua Arca Dwarapala. Arca Dwarapala adalah legenda yang menurut kepercayaan setempat adalah arca yang menjaga kedamaian sekitar candi. Arca tersebut digamabarkan seperti manusia monster yang menyeramkan, dan biasanya di tempatkan di bagian luar kuil atau candi

Arca Dwarapala Sang Penjaga

Setelah berkeliling dan mengambil beberapa foto, awan mendung dari utara segera menyusul ke selatan. Angin kencang menerpa candi, menimbulkan suara halus yang menenangkan jiwa, aku pun beranjak meninggalkan area situs. Beberapa saat kemudian rintik hujan terdengar dari kejauhan, dan dengan cepat hujan turun menerpa area situs. Dari dalam kaca mobil kulihat air hujan mengguyur dua bengunan besar di tengah tanah lapang, pun dari sana terlihat jelas ukiran indah pada bangunan megah tersebut. Mahakarya para raja, Candi Plaosan.  

Pesona Batik Priangan : Berjuang untuk Bersaing Demi Pengakuan.

Indonesia adalah negara yang memiliki  keberagaman budaya yang sangat banyak , salah satunya adalah batik. Batik atau kebudayaan membatik adalah budaya tertua dari daerah Banten, lalu menyebar ke seluruh jawa, khusus Jawa Barat dan Jawa Tengah.  Lalu dari daerah tersebut,  muncul batik-batik lokal seperti Batik Pekalongan, Batik Cirebon dan batik-batik lainnya, biasanya penamaan pada Batik Nusantara tergantung dengan nama daerah yang menghasilkan batik tersebut. Menariknya, batik yang dihasilkan dari setiap daerah tersebut memiliki motif dan corak yang berbeda, karena perbedaan motif atau corak biasanya menggambarkan nilai-nilai luhur atau sosial dari daerah tersebut.

Salah satu contoh Batik Nusantara adalah Batik Priangan, batik ini adalah  salah satu jenis batik yang dikembangkan di sekitar Jawa Barat, seperti Bandung, Tasikmalaya, dan Garut. Kata “Priangan”pada penamaan batik tersebut memiliki makna tersendiri , yaitu “Priangan” atau  ”Parahyangan”  yang berarti Bumi Para Dewa. Seperti yang kita tahu bahwa Jawa Barat menyimpan daya tarik tersendiri seperti keelokan budaya dan pesona alamnya yang memanjakan mata, sehingga wajar saja jika  kata “Priangan” selalu identik dengan bumi Jawa Barat.

Asal mula adanya batik-membatik dia daerah Priangan khususnya Tasikmalaya, adalah sekitar tahun 1939 ketika didirikannya koperasi mitra batik di daerah Priangan. Lalu sekitar tahun 1950-1960an, batik di daerah Priangan khususnya Tasik, Garut dan Ciamis mencapai masa-masa keemasannya. Pasalnya pada saat itu orang- orang menjadikan kain batik sebagai sarung yang biasanya sering dipakai kemanapun mereka pergi, misalnya ketika ke sawah atau ke pasar. Maka wajar saja jika batik memiliki ciri khas dan nilai-nilai luhur sesuai daerahnya masing-masing karena dahulu batik adalah pakaian yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Lalu apakah Batik Priangan berbeda dengan batik-batik pada umumnya?

Tidak seperti Batik Cirebon dengan motif megamendung-nya atau Batik Pekalongan dengan warna atraktifnya, Batik Priangan memiliki motif yang cenderung lebih sederhana, cantik dan sedikit genit, khas orang-orang  Sunda. Motif yang digunakan Batik Priangan pun memiliki nilai- nilai luhur masyarakat Jawa Barat, seperti kesederhanaan masyarakat Sunda yang apa adanya, terbuka terhadap prulalisme, dan komunikatif.  Ada tiga motif khas yang dimiliki oleh Batik Priangan, misalnya, motif Kopi, motif Hong, motif Naga, motif Payung,  motif Flora dan motif Fauna.

Tetapi dari semua jenis Batik Priangan diatas, Batik Tasik memiliki keunikan tersendiri dari batik-batik Priangan lainnya karena Batik Tasik tidak seperti batik-batik lain yang mengandung nilai-nilai luhur masyarakat sekitarnya. Batik Tasik justru lebih menyerukan kita untuk berbaur dengan alam dan harus menjaga kelestariannya. Keberadaan alam sangat dihargai oleh masyrakat sunda sebagai unsur utama dalam kehidupan, oleh karena itu kontur alam di daerah Jawa Barat  cenderung lebih subur dan hijau di banding daerah lain,  dan itu semua tidak lepas dari peranan masyarakat yang selalu melestarikan alam di sekitarnya.  Maka  sebab itu, Batik Tasik muncul untuk menjadi simbol bahwa alam adalah unsur utama dalam keberlangsungan hidup masyarakat sehari hari.

https://search.yahoo.com/search?=batik+tasik

Batik tasik memiliki tiga jenis motif yang populer seperti:

Motif Batik Sawaan

Batik Sawaan memiliki kemiripan dengan Batik Solo dari segi warnanya. Kombinasi warna putih dan cokelat yang memberikan kesan sopan dan beretika.

https://images.search.yahoo.com

 Motif  Batik Sukapura

Batik Sukapura adalah batik yang dihasilkan dari Desa Sukapura kecamatan Sukaraja Biasanya batik ini memiliki warna kontras pada setiap coraknya.

https://images.search.yahoo.com/search/images

Motif Batik Tasik

Motif Batik Tasik sendiri memiliki warna khas Batik Pesisir, warna yang mencolok tapi elegan karena kesimetrisan dari corak batik tersebut. Motif  Batik Tasik juga identik dengan corak  bunga anggreknya.

https://images.search.yahoo.com/search.

Sampai  dengan saat ini Batik Priangan di produksi melalui dua teknik, yaitu membatik dengan kain mori dan dengan teknik batik cap atau batik tulis. Sebenarnya perbedaan antara dua teknik tersebut hanyalah soal waktu dalam pengerjaannya. Jika kita membatik dengan kain mori biasanya akan memakan waktu dua minngu untuk menyelesaikan batik tersebut, berbeda dengan teknik batik cap yang mudah dan  cepat karena hanya membutuhkan waktu dua hari saja.  Walaupun dua teknik tersebut memiliki jangka waktu pengerjaan yang berbeda, Batik priangan yang dihasilkan tetap memberikan pesona yang berbeda dari batik-batik lainnya.

Lalu dari keunggulan yang dimiliki oleh Batik Priangan tersebut, bagaimana caranya agar Batik Priangan bisa tetap lestari dan menyaingi batik-batik populer seperti Batik Cirebon atau Batik Pekalongan?

1.Regenerasi Para Pembatik

Hal yang harus diperhatikan adalah sumber daya manusianya, para pembatik rata-rata ditekuni oleh para lansia yang sudah rentan umurnya, dan biasanya pemuda zaman sekarang tidak terlalu tertarik dengan pekerjaan membatik. Hal ini disebabkan oleh banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia dan kurangnya minat membatik di daerah setempat. Maka solusinya adalah membuka langgar atau organisasi sebagai wadah  untuk anak-anak dan remaja agar bisa melatih kemampuan dan minatnya terhadap kegiatan membatik. Dan harapannya adalah dari tempat-tempat tersebut lahirlah generasi muda para pembatik yang akan melestarikan batik itu sendiri.

2.Pameran Batik

Batik pun harus memiliki daya jual yang tinggi agar daya saing dari batik tersebut diakui, salah satu cara meningkatkan daya saing dari batik tersebut adalah megadakan pameran atau pagelaran seni budaya membatik. Tujuan dari pameran ini adalah agar para pembatik tidak bergantung pada pasar lokal saja, karena pameran atau pagelaran yang ada, akan berpotensi  megundang pasar-pasar lain untuk menjual produk batik tersebut, dan dengan adanya pasar-pasar lain yang menjualnya, maka pamor dari batik tersebut akan naik dan mampu bersaing dengan batik-batik lainnya.

3.Kesadaran masyarakat setempat akan berharganya Batik Nusantara khususnya batik lokal

Kesadaran masyarakat akan berharaganya batik lokal juga tidak kalah penting, karena dari kesadaran akan muncul inisiatif atau kemauan untuk melestarikan batik tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa batik telah ditetapkan sebagai warisan nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, dan seharusnya kita bisa menjadikan penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk selalu melestarikan budaya batik-membatik.

Ada sebuah kutipan…“Budaya bukan sesuatu yang kuno dan tradisional. Budaya adalah sesuatu yang organik. Setiap lagu baru, lukisan baru, pakaian dan tulisan baru…….semua itu adalah hasil budaya. Budaya itu hidup dan berkembang. Tetapi, berkembangnya budaya tergantung pada kita yang melestarikannya”(1). Dalam kutipan tersebut kita diwajibkan melestarikan budaya, karena peranan kita saat ini akan sangat berpengaruh bagi masa depan budaya dan generasi selanjutnya. Maka dari itu lestarikanlah budaya kita selalu, di mana pun dan kapan pun kita berada.

“1” Dikutp dari. https://www.goodreads.com/quotes/tag/budaya.

Sumber penulisan :

  1. https://pagelarankreasipriangantimur.com/.
  2. https://permanarikie.blogspot.com/2011/05/batik-priangan-antara-pesona-dan.html.
  3. https://www.bahankain.com/2020/06/08/mengenal-batik-priyangan-tasikmalaya.
  4. https://pesonabatik.online/.
  5. https://news.koropak.co.id/14775/pagelaran-kreasi-priangan-timur.
  6. https://batikpesisir.com/.
  7. https://search.yahoo.com/search?=batik+tasik.
  8. https://images.search.yahoo.com/search/images.
  9. https://images.search.yahoo.com.
  10. https://images.search.yahoo.com/search.



.

Krisis Karakter  pada Pemuda Abad XXI

 Abad ke-21 adalah masa dimana pemikiran-pemikiran hebat saling diadu dan bersaing dengan ribuan pemikiran lainnya dalam usaha membangun negeri ini. Tentu semua pemikiran itu berasal dari para pemuda yang selalu menjadi tumpuan dan perintis bagi munculnya pemikiran hebat tersebut. Sangat diharapkan bahwa pemikiran tersebut akan merubah tatanan negara menjadi lebih baik.

Pertanyaannya adalah sudah layakkah pemuda kita menempati garda terdepan dalam upaya membangun bangsa?.

Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan Presiden RepubIik Indonesia ke-5 pernah berkata, ‘’Kita bangun manusia yg memiliki karakter, bukan sekadar menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga tangguh kepribadiannya dan berbudi luhur”.

Lantas sudahkah pemuda kita memiliki karakter yang beliau katakan itu?

Kita sebagai pemuda yang secara tidak langsung adalah penanggung jawab masa depan bangsa harusnya benar-benar memahami fenomena yang sedang kita hadapi saat ini. Bahwa tidak cukup hanya dengan menguasai ilmu pengetahuan yang luas ataupun hanya mendapatkan nilai dari ilmu pengetahuan tersebut, akan tetapi negeri ini membutuhkan para pemuda yang memegang teguh prinsip- prinsip yang mereka hidupi. Seperti yang telah terjadi saat ini, arus globalisasi dan westernisasi perlahan tapi  pasti telah menggerogoti pemikiran para pemuda kita. Kita bisa melihat dengan jelas bahwa pergaulan bebas sudah tidak ada yang membatasi, kriminalitas terbang bebas dan tidak ada yang menghakimi bahkan hukum pun bisa dibeli. Itu semua diawali dari tergerusnya karakter para pemuda saat ini. Hal-hal seperti itulah yang berpotensi merusak tatanan negara di masa depan.

Lalu bagaimana cara membangun pemuda kita agar seusai dengan harapan yang disampaikan oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di atas?

Karakter adalah jawabannya. Karakter adalah bagian yang mulai terlupakan pada pemuda kita padahal karakter adalah sumber atas terbentuknya prinsip dan nilai kehidupan. Sebagai contohnya adalah sikap nasionalisme dan sifat religius, keduanya adalah karakter utama yang mulai tergerus pada para pemuda kita. Melihat permasalahan itu semua, kita membutuhkan sebuah pendidikan karakter yang harus diajarkan pada pendidikan anak bangsa.

Pendidikan Karakter: Kebutuhan Sekaligus Solusi

Terminologi pendidikan karakter mulai dikembangkan pada era 1900-an. Thomas Lickona dianggap sebagai pengusungnya ketika dia menulis buku The Return of Character Education yang kemudian disusul dengan bukunya yang lain Education for Character: How Our School can Teach Respect and Responsibility. Melalui kedua bukunya tersebut dia menyadarkan dunia barat akan pentingnya pendidikan karakter.

Pendidikan karakter menurut Hamdani Hamid dan Beni Ahmad Saebani (penulis buku Pendidikan Karakter Prespektif Islam, 2013) adalah pendidikan budi pekerti yang menyentuh ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendidikan karakter menentukan ketiga unsur tersebut. Secara akademik, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral dan pendidikan watak yang tujuannya adalah mengembangkan kemampuan siswa untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara yang baik dan mewujudkan kebaikan dalam kehidupan sehari –hari.

Sementara, tujuan dari dari pendidikan karakter adalah mengembangkan potensi peserta didik  untuk memiliki kecerdasan, kepribadian, dan akhlak mulia (menurut  Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003). Dan secara umum tujuan pendidikan karakter juga dilakukan untuk mendidik para siswa agar menjadi pribadi yang bermartabat dan memiliki pola pikir dan sikap terbaik dalam menghadapi situasi.

Menjadi sangat penting bahwa pendidikan karakter harus diterapkan pada kurikulum pendidikan di Indonesia agar sejak dini karakter tersebut mulai tertanam pada generasi penerus bangsa. Beberapa contoh pendidikan karakter adalah menumbuhkan sikap disiplin terhadap apa saja yang menjadi tanggung jawab siswa, mengajarkan sopan santun, membangun sikap rendah hati dan mengajarkan kemampuan bersosialisasi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.

Pendidikan karakter juga harus dikembangkan dari rumah dan hal ini menuntut peran dari setiap orang tua. Saat ini banyak orang tua yang kurang intens akan pendidikan karakter pada anaknya sehingga anak-anak mereka mengalami kesulitan dalam membentuk karakter yang dibutuhkan dalam membangun bangsa di masa depan.

Keikutsertaan orang tua dalam pendidikan karakter adalah sesuatu yang strategis. Keberhasilan orang tua dalam memberikan pendidikan karakter akan berbanding lurus terhadap terbentuknya kepribadian dan karakter yang baik pada generasi penenurs bangsa.

Pendidikan karakter adalah sesuatu yang penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Indonesia yang masih berkategori sebagai negara berkembang tentu membutuhkan peran pemuda dalam memajukannya. Tak lepas dari peran orang tua dan guru yang mengajarkan itu semua, kita sendiri sebagai generasi penerus bangsa harusnya sadar akan pentingnya karakter dalam diri seorang pemuda. Karena pada hakikatnya, karakter akan menumbuhkan prinsip,  kepribadian dan nilai-nilai moral yang tentunya berdampak positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sumber Penulisan:

  1. https://m.merdeka .com/
  2. https://www.goodreads.com/
Create your website with WordPress.com
Get started