Pesona Batik Priangan : Berjuang untuk Bersaing Demi Pengakuan.

Indonesia adalah negara yang memiliki  keberagaman budaya yang sangat banyak , salah satunya adalah batik. Batik atau kebudayaan membatik adalah budaya tertua dari daerah Banten, lalu menyebar ke seluruh jawa, khusus Jawa Barat dan Jawa Tengah.  Lalu dari daerah tersebut,  muncul batik-batik lokal seperti Batik Pekalongan, Batik Cirebon dan batik-batik lainnya, biasanya penamaan pada Batik Nusantara tergantung dengan nama daerah yang menghasilkan batik tersebut. Menariknya, batik yang dihasilkan dari setiap daerah tersebut memiliki motif dan corak yang berbeda, karena perbedaan motif atau corak biasanya menggambarkan nilai-nilai luhur atau sosial dari daerah tersebut.

Salah satu contoh Batik Nusantara adalah Batik Priangan, batik ini adalah  salah satu jenis batik yang dikembangkan di sekitar Jawa Barat, seperti Bandung, Tasikmalaya, dan Garut. Kata “Priangan”pada penamaan batik tersebut memiliki makna tersendiri , yaitu “Priangan” atau  ”Parahyangan”  yang berarti Bumi Para Dewa. Seperti yang kita tahu bahwa Jawa Barat menyimpan daya tarik tersendiri seperti keelokan budaya dan pesona alamnya yang memanjakan mata, sehingga wajar saja jika  kata “Priangan” selalu identik dengan bumi Jawa Barat.

Asal mula adanya batik-membatik dia daerah Priangan khususnya Tasikmalaya, adalah sekitar tahun 1939 ketika didirikannya koperasi mitra batik di daerah Priangan. Lalu sekitar tahun 1950-1960an, batik di daerah Priangan khususnya Tasik, Garut dan Ciamis mencapai masa-masa keemasannya. Pasalnya pada saat itu orang- orang menjadikan kain batik sebagai sarung yang biasanya sering dipakai kemanapun mereka pergi, misalnya ketika ke sawah atau ke pasar. Maka wajar saja jika batik memiliki ciri khas dan nilai-nilai luhur sesuai daerahnya masing-masing karena dahulu batik adalah pakaian yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Lalu apakah Batik Priangan berbeda dengan batik-batik pada umumnya?

Tidak seperti Batik Cirebon dengan motif megamendung-nya atau Batik Pekalongan dengan warna atraktifnya, Batik Priangan memiliki motif yang cenderung lebih sederhana, cantik dan sedikit genit, khas orang-orang  Sunda. Motif yang digunakan Batik Priangan pun memiliki nilai- nilai luhur masyarakat Jawa Barat, seperti kesederhanaan masyarakat Sunda yang apa adanya, terbuka terhadap prulalisme, dan komunikatif.  Ada tiga motif khas yang dimiliki oleh Batik Priangan, misalnya, motif Kopi, motif Hong, motif Naga, motif Payung,  motif Flora dan motif Fauna.

Tetapi dari semua jenis Batik Priangan diatas, Batik Tasik memiliki keunikan tersendiri dari batik-batik Priangan lainnya karena Batik Tasik tidak seperti batik-batik lain yang mengandung nilai-nilai luhur masyarakat sekitarnya. Batik Tasik justru lebih menyerukan kita untuk berbaur dengan alam dan harus menjaga kelestariannya. Keberadaan alam sangat dihargai oleh masyrakat sunda sebagai unsur utama dalam kehidupan, oleh karena itu kontur alam di daerah Jawa Barat  cenderung lebih subur dan hijau di banding daerah lain,  dan itu semua tidak lepas dari peranan masyarakat yang selalu melestarikan alam di sekitarnya.  Maka  sebab itu, Batik Tasik muncul untuk menjadi simbol bahwa alam adalah unsur utama dalam keberlangsungan hidup masyarakat sehari hari.

https://search.yahoo.com/search?=batik+tasik

Batik tasik memiliki tiga jenis motif yang populer seperti:

Motif Batik Sawaan

Batik Sawaan memiliki kemiripan dengan Batik Solo dari segi warnanya. Kombinasi warna putih dan cokelat yang memberikan kesan sopan dan beretika.

https://images.search.yahoo.com

 Motif  Batik Sukapura

Batik Sukapura adalah batik yang dihasilkan dari Desa Sukapura kecamatan Sukaraja Biasanya batik ini memiliki warna kontras pada setiap coraknya.

https://images.search.yahoo.com/search/images

Motif Batik Tasik

Motif Batik Tasik sendiri memiliki warna khas Batik Pesisir, warna yang mencolok tapi elegan karena kesimetrisan dari corak batik tersebut. Motif  Batik Tasik juga identik dengan corak  bunga anggreknya.

https://images.search.yahoo.com/search.

Sampai  dengan saat ini Batik Priangan di produksi melalui dua teknik, yaitu membatik dengan kain mori dan dengan teknik batik cap atau batik tulis. Sebenarnya perbedaan antara dua teknik tersebut hanyalah soal waktu dalam pengerjaannya. Jika kita membatik dengan kain mori biasanya akan memakan waktu dua minngu untuk menyelesaikan batik tersebut, berbeda dengan teknik batik cap yang mudah dan  cepat karena hanya membutuhkan waktu dua hari saja.  Walaupun dua teknik tersebut memiliki jangka waktu pengerjaan yang berbeda, Batik priangan yang dihasilkan tetap memberikan pesona yang berbeda dari batik-batik lainnya.

Lalu dari keunggulan yang dimiliki oleh Batik Priangan tersebut, bagaimana caranya agar Batik Priangan bisa tetap lestari dan menyaingi batik-batik populer seperti Batik Cirebon atau Batik Pekalongan?

1.Regenerasi Para Pembatik

Hal yang harus diperhatikan adalah sumber daya manusianya, para pembatik rata-rata ditekuni oleh para lansia yang sudah rentan umurnya, dan biasanya pemuda zaman sekarang tidak terlalu tertarik dengan pekerjaan membatik. Hal ini disebabkan oleh banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia dan kurangnya minat membatik di daerah setempat. Maka solusinya adalah membuka langgar atau organisasi sebagai wadah  untuk anak-anak dan remaja agar bisa melatih kemampuan dan minatnya terhadap kegiatan membatik. Dan harapannya adalah dari tempat-tempat tersebut lahirlah generasi muda para pembatik yang akan melestarikan batik itu sendiri.

2.Pameran Batik

Batik pun harus memiliki daya jual yang tinggi agar daya saing dari batik tersebut diakui, salah satu cara meningkatkan daya saing dari batik tersebut adalah megadakan pameran atau pagelaran seni budaya membatik. Tujuan dari pameran ini adalah agar para pembatik tidak bergantung pada pasar lokal saja, karena pameran atau pagelaran yang ada, akan berpotensi  megundang pasar-pasar lain untuk menjual produk batik tersebut, dan dengan adanya pasar-pasar lain yang menjualnya, maka pamor dari batik tersebut akan naik dan mampu bersaing dengan batik-batik lainnya.

3.Kesadaran masyarakat setempat akan berharganya Batik Nusantara khususnya batik lokal

Kesadaran masyarakat akan berharaganya batik lokal juga tidak kalah penting, karena dari kesadaran akan muncul inisiatif atau kemauan untuk melestarikan batik tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa batik telah ditetapkan sebagai warisan nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, dan seharusnya kita bisa menjadikan penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk selalu melestarikan budaya batik-membatik.

Ada sebuah kutipan…“Budaya bukan sesuatu yang kuno dan tradisional. Budaya adalah sesuatu yang organik. Setiap lagu baru, lukisan baru, pakaian dan tulisan baru…….semua itu adalah hasil budaya. Budaya itu hidup dan berkembang. Tetapi, berkembangnya budaya tergantung pada kita yang melestarikannya”(1). Dalam kutipan tersebut kita diwajibkan melestarikan budaya, karena peranan kita saat ini akan sangat berpengaruh bagi masa depan budaya dan generasi selanjutnya. Maka dari itu lestarikanlah budaya kita selalu, di mana pun dan kapan pun kita berada.

“1” Dikutp dari. https://www.goodreads.com/quotes/tag/budaya.

Sumber penulisan :

  1. https://pagelarankreasipriangantimur.com/.
  2. https://permanarikie.blogspot.com/2011/05/batik-priangan-antara-pesona-dan.html.
  3. https://www.bahankain.com/2020/06/08/mengenal-batik-priyangan-tasikmalaya.
  4. https://pesonabatik.online/.
  5. https://news.koropak.co.id/14775/pagelaran-kreasi-priangan-timur.
  6. https://batikpesisir.com/.
  7. https://search.yahoo.com/search?=batik+tasik.
  8. https://images.search.yahoo.com/search/images.
  9. https://images.search.yahoo.com.
  10. https://images.search.yahoo.com/search.



.

Published by zankpacker

simple and survive

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: